Krisis Global vs Seniman Jalanan

Posted: Oktober 26, 2009 in Uncategorized
Tag:, , , , , , , , , , ,

Dampak krisis global dirasakan di setiap negara oleh setiap orang tentunya. Krisis global membuat jumlah pengangguran meningkat drastis, tak terkecuali di Bogota, Columbia. Akibat kehilangan pekerjaan, banyak masyarakat Columbia yang beralih profesi menjadi seniman jalanan. Banyak dari mereka yang beraksi di perempatan jalan saat lampu merah.

Seniman jalanan juga memerlukan keahlian. Ada dari mereka yang menjadi badut, beratraksi sulap, bahkan ada yang menjadi patung. Pengahasilan sebagai seniman jalanan tak kalah besar dengan menjadi pegawai kantoran. Mereka optimis meskipun krisis global tengah melanda. Respon masyarakat pun positif, menurut mereka banyaknya seniman jalanan saat ini dapat memberi hiburan di sela-sela kepenatan, terlebih saat lampu merah.

Menjadi seniman jalanan adalah salah satu ide kreatif dalam menghadapi krisis global. Kehilangan pekerjaan bukan berarti menjadi pengangguran. Masih banyak hal berguna lainnya yang dapat dikerjakan untuk memperoleh penghasilan. Hanya bermodal kreatifitas saja seseorang dapat membuka peluang untuk dirinya bahkan untuk orang lain dan dapat bertahan menghadapi krisis global.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s